Oleh : Ahmad Saiful Qowi
Menarik mengamati perkataan dari Elevator Roosevelt, isteri mantan Presiden USA yang mengatakan : “Small minds discuss people, Average minds discuss events, Great Minds discuss ideas”. (Pikiran kecil membicarakan orang. Pikiran sedang membicarakan peristiwa. Pikiran besar membicarakan gagasan).
Maka sebagai akibat PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP, PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN, PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI. Ketiga jenis pikiran ini ada didalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya. Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh pikiran kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi jika pikiran besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata Tanya “SIAPA”, PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata “ADA APA”, sedangkan PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata Tanya “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.
Dalam melihat suatu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda. Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan : “SIAPA SIH YANG KEMARIN MENJATUHKAN BUAH APEL?”, Si PIKIRAN SEDANG akan bertanya : “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”, sedangkan Si PIKIRAN BESAR  : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KEBAWAH, BUKANNYA KEATAS?”.
Dan pikiran terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAFITASI-nya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh pikiran kecil. Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai “MAKANAN FAVORIT” yang berbeda.
SI PIKIRAN KECIL biasanya senang malahap TABLOID, INFORTAINMENT, Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA, Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU atau ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI. Wa Allahu A’lamu Bi Ash-Showab.
 
Tentang penulis : adalah mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum di kampus IAIN Tulungagung dan menjadi salah satu mahasantri Ma’had Ali Ashaabul Ma’arif Al-Kamal Blitar.

Baca juga  Filsafat Pragmatisme dan Pembelajaran Muthola’ah Pondok Pesantren Terpadu Al-Kamal