PORSA 27 Wadah Unjuk Kebolehan Santri Al Kamal

Alkamalblitar.comGelar ajang Pekan Olahraga Seni dan Seni Santri Al Kamal (PORSA) sejak 7 Desember 2024 lalu, Pondok Pesantren Terpadu Al Kamal gali potensi para santri dengan berbagai perlombaan olahraga dan kesenian serta menjunjung perkembangan bahasa internasional dalam lingkungan pesantren. Adanya penerapan Bahasa Arab dan Inggris sebagai soft skill berkomunikasi di era globalisasi digabung dengan kemampuan berolahraga serta kesenian diharapkan dapat menjadi bekal para santri untuk mengembangkan diri.
Hari kelima PORSA terlewati dengan berbagai kompetisi di bidang akademik bahasa serta olahraga. Siang hari diawali dengan perlombaan Muroqi Azan Tarhim (MAT) yang ditampilkan oleh tiga orang dari setiap qabilah. Penampilan dimulai dari pembacaan selawat yang biasa dikumandangkan sebelum azan subuh atau tarhim, kumandangan azan, serta pembacaan lafal tarqiyyah salat Jumat. Setiap qabilah menyajikan penampilan mereka dengan maksimal dan mendapat sorakan serta tepuk tangan dari penonton.
Di lain tempat, senam kreasi juga ditampilkan di depan musala MAN 3 Bitar. Gerakan enerjik dan semangat dari para peserta membuat perlombaan semakin seru dan menyenangkan saat perlombaan berlangsung. Para qabilah berlomba-lomba berkreasi dalam seragam, formasi gerakan, dan irama yang ditunjukkan kepada juri untuk menjadi yang terbaik.
Pada waktu bersamaan, keseriusan mengiringi Olimpiade Bahasa Arab yang tengah berlangsung di Syurfah Masjid Al Kamal. Suasana yang sunyi dan tenang menunjukkan para peserta fokus dan cermat dengan soal-soal yang diberikan. Mulai dari ilmu kaidah bahasa Arab, ilmu alat, dan maharat qiroah. Sebagai pengganti lomba Sayyid-sayyidah Al kamal, olimpiade bahasa Arab diharapkan dapat menjadi bentuk implementasi dari penerapan bahasa Arab serta ilmu-ilmu alat di PPTA.
Malam hari, Story Telling dan Taqdimul Qishoh berlangsung dengan meriah di GOR SMP Al Kamal. Para peserta menghibur para santri dengan pertunjukkan cerita-cerita yang seru dan menyenangkan dan tidak lupa dengan penyertaan amanat dibalik cerita tersebut. Perlombaan ini sebagai bentuk implementasi dari bahasa Inggris dan Arab sehari-hari, dengan mengutamakan pronoun dan fashahah. “Perlombaan ini sangat seru dan menyenagkan serta mendidik kita bagaimana cara beerpikir kritis serta percaya diri,” ungkap Ahmada Fajri Al Aziz sebagai salah satu peserta Taqdimul Qishoh. (draa.red)

Tags :

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *